Di dunia ini banyak sekali jenis bilangan namun pada post kali ini
saya akan membahas tentang 4 macam bilangan yakni:
1. Bilangan desimal
Bilangan desimal adalah bilangan yang terdiri dari 10 (sepuluh) angka
yaitu; 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Apabila nilai angka melebihi angka
maksimal (9) maka sistem bilangan akan kembali ke angka nol dan didepannya
diikuti angka satu (1) menjadi angka 10.
Bilangan desimal sering disebut bilangan berbasis 10. Apabila bilangan
tersebut dijabarkan angka desimal memiliki struktur nilai angka sebagai
berikut;
Contohnya ada bilangan 2345 struktur
nilainya adalah;
2 = 2 x 100
3 = 3 x 101
4 = 4 x 102
5 =
5 x 103
2. Bilangan biner
Bilangan biner yaitu bilangan yang hanya terdiri dari 2 (dua) angka
yaitu angka 1 dan 0. Dalam penulisan angkanya biasanya dibelakang angka
biasanya ditambah angka 2. Contohnya
Pada dasarnya setiap bilangan memiliki sistem dasar yang sama, yaitu
apabila urutan nilai melebihi angka maksimal maka ia akan kembali ke awal
sembari nilai di depannya bertambah satu.
Bilangan biner sering disebut bilangan berbasis 2. Apabila bilangan
tersebut dijabarkan angka biner memiliki struktur nilai angka sebagai berikut;
Contohnya
ada bilangan 0 struktur
nilainya adalah;
1 = 1 x 2 pangkat 3 = 8
0
= 0 x 2 pangkat 2 = 0
1 = 1 x 2 pangkat 1 = 1
0 = 0 x 2 pangkat 0 = 0
8 + 0 + 1 + 0 = 9 (bilangan desimal)
Jadi,
bilangan desimal dari 10102 adalah 9.
Catatan: angka 10102
dalam angka biner tidak disebut seribu sepuluh melainkan dalam penyebutannya
angka 10102 dibaca satu nol satu nol. Harus dibaca perangkat.
3. Bilangan oktal
Bilangan oktal adalah bilangan yang berbasis 8 angka (0-7). Sistem
bilangannya sama dengan bilangan biner dan bilangan desimal. Biasa penulisan
angka oktal di belakang bilangan tersebut di sertakan angka 8 sebagai penanda
angka tersebut bilangan oktal. Contohnya 878.
Misalkan struktur bilangan oktal
sebagai 638 adalah sebagai berikut:
3
= 3 x 80 = 3
6 = 6 x 81 = 48
3 + 48 = 51
3 + 48 = 51
Jadi
nilai desimal pada angka 638 adalah 51.
4. Bilangan hexa
Bilangan hexa adalah bilangan yang berbasis 16 angka (0, 1, 2, 3, 4, 5,
6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F). Sistem bilangannya sama dengan bilangan
biner, bilangan oktal, bilangan desimal. Biasa penulisan angka hexa di belakang
bilangan tersebut di sertakan angka 16 sebagai penanda angka tersebut bilangan
hexa. Contohnya E316.
Misalkan struktur bilangan hexa sebagai
AB16 adalah sebagai berikut:
B
= 10 x 160 = 10
A = 11 x 161 = 176
10 + 176 = 186
10 + 176 = 186
Jadi
nilai desimal pada angka AB16 adalah 186.
Apabila diurutkan dalam sebuah tabel maka bilangan bilangan tersebut
adalah sebagai berikut:
Bilangan Desimal
|
Bilangan biner
|
Bilangan oktal
|
Bilangan hexa
|
0
|
00002
|
008
|
0016
|
1
|
00012
|
018
|
0116
|
2
|
00102
|
028
|
0216
|
3
|
00112
|
038
|
0316
|
4
|
01002
|
048
|
0416
|
5
|
01012
|
058
|
0516
|
6
|
01102
|
068
|
0616
|
7
|
01112
|
078
|
0716
|
8
|
10002
|
108
|
0816
|
9
|
10012
|
118
|
0916
|
10
|
10102
|
128
|
0A16
|
11
|
10112
|
138
|
0B16
|
12
|
11002
|
148
|
0C16
|
13
|
11012
|
158
|
0D16
|
14
|
11102
|
168
|
0E16
|
15
|
11112
|
178
|
0F16
|
untuk konversi bilangan http://paciiil.blogspot.co.id/2016/08/sistem-bilangan-konversi-bilangan.html
sumber : http://hyperpost.blogspot.in/2014/04/konversi-bilangan-bine-octal-desimal.html

0 komentar:
Posting Komentar